Disebut Bunga Abadi, Ini Mitos dan Fakta Edelweis

bunga abadi

Berbicara tentang Edelweis pasti kebanyakan orang akan mengingatnya dengan sebutan bunga abadi. Di Indonesia, bunga ini dapat ditemukan pada daerah dengan ketinggian sekitar 2000m di atas permukaan laut. Bunga putih ini memiliki mitos dan fakta unik untuk diketahui. Berikut penjelasannya.

Mengapa Disebut dengan Bunga Abadi?

Bunga Edelweis adalah bunga yang tumbuh di Indonesia ketika musim penghujan turun kisaran bulan april hingga September. Alasan mengapa bunga ini disebut sebagai bunga abadi dikarenakan adanya zat etilen yang mampu membuatnya tidak mengalami gugur dalam jangka waktu 10 tahun lebih.

Perlu Anda ketahui bahwa Edelweis merupakan tumbuhan endemik daerah pegunungan yang keberadaannya termuat dalam lampiran Permen Lhk P.92/2018 nomor 798. Selain itu, untuk melindungi dari kepunahan aturan mengenai bunga ini juga tercantum pada UU nomor 5 tahun 1990.

Mitos Menarik Tentang Bunga Edelweis

Mitos yang beredar mengenai bunga ini adalah Edelweis merupakan lambang cinta sejati. Konon katanya, bagi seseorang yang membawakan bunga ini untuk pasangannya, maka hubungannya dapat berjalan langgeng.

Bunga yang dijuluki sebagai bunga abadi ini dijadikan lambang cinta karena untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan dan perjuangan yang besar. Mitos lain yang beredar tentang bunga ini yaitu Edelweiss adalah gambaran perjuangan dalam hidup.

Mitos yang beredar itu dikaitkan dengan Edelweis sebab bunga itu dapat tumbuh di lahan yang gersang dan tandus, akan tetapi mampu mekar dan bertahan hingga musim mekarnya tiba. 

Fakta-Fakta dari Bunga Edelweis

Sudah paham seputar mitos bunga Edelweis? Informasinya rasanya belum lengkap jika Anda tidak mengetahui fakta-fakta menarik dari bunga ini. Berikut ini fakta tentang bunga Edelweis yang harus Anda ketahui.

Lokasi Bunga Edelweis di Indonesia

Bunga Edelweis dulunya merupakan bunga liar yang dapat ditemukan di dataran tinggi seperti pegunungan di Indonesia. Di Indonesia sendiri bunga ini dapat Anda temukan pada saat mendaki di gunung Bromo, Semeru, Lawu, Rinjani, Papandayan, Kawi dan dataran Dieng.

Ancaman Hukuman Ketika Memetik Edelweis

Dikarenakan keberadaanya langka dan tergolong tumbuhan liar Pemerintah Indonesia lewat aturan UU nomor 5 tahun 1990 memberikan ancaman hukuman bagi pendaki yang memetik bunga ini. Hukuman yang diberikan bila melanggar yaitu dikenai denda hingga 100 juta atau pidana selama 5 tahun. 

Dijadikan Foto di Perangko

Faktanya, keindahan bunga Edelweis ini pernah diabadikan dalam perangko oleh pos Indonesia. Gambar bunga indah ini dicetak sebagai seri perangko pada tahun 2003 dengan nominal 3000 lengkap dengan nama ilmiahnya yaitu Anaphalis javanica.

Sudah Dilakukan Budidaya Bunga Edelweis

Dulunya, bunga ini memang tanaman yang tumbuh secara liar, namun karena keberadaanya semakin langka maka untuk menjaga agar tetap ada para petani mulai membudidayakannya. jenis edelweis yang dibudidayakan ini memang penampakannya sedikit berbeda dan ukuranya jauh lebih besar dibanding aslinya.

Bunga Edelweis Punya Lebih dari Satu Jenis

Bunga abadi ini tidak hanya dapat ditemukan di Indonesia tetapi di pegunungan yang berada di luar negeri pun ada. Jenis Edelweis yang ada di Indonesia dan di luar negeri memang berbeda. Yang di Indonesia berjenis Anaphalis javanica dan Edelweis di luar adalah berjenis Leontopodium alpinum.

Edelweis Dijual sebagai Cinderamata di Wisata Dieng

Bunga Edelweis yang tumbuh secara liar memang dilarang dipetik, namun bagi Anda yang ingin memiliki bunga ini dapat membeli Edelweis hasil budidayanya. 

Katakanlah seperti di Dieng, ada petani yang menjual Edelweis sebagai cinderamata. Bunga yang dijual tersebut memiliki warna putih kecoklatan dengan ukuran besar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *