Media Tanam Aglaonema agar Akarnya Subur

Media Tanam Aglonema

Media tanam menjadi pondasi yang akan menentukan pertumbuhan dari setiap tanaman, termasuk aglaonema. Berikut ini adalah beberapa pilihan media tanam aglaonema terbaik yang bisa Anda pilih untuk mempercepat pertumbuhan dan menyuburkan tanaman tentunya. 

Leaf Mold

Pilihan terbaik untuk media tanaman aglaonema adalah leaf mold. Leaf mold sendiri merupakan tanah humus yang kaya akan nutrisi serta mikroba untuk menyehatkan tanaman. Anda bisa mendapatkan media terbaik ini di seluruh kawasan hutan.

Tekstur dari leaf mold sendiri adalah lembut dan gembur. Apabila digenggam terasa seperti pasir, namun mampu menyimpan air. Para pecinta tanaman sangat mengidam-idamkan unsur ini karena nutrisi di dalamnya yang sangat kompleks dan kaya.

Tanaman aglaonema Anda juga akan semakin sehat karena dorongan berbagai mikro bakteri yang terkandung di dalam leaf mold. Setiap tanaman yang menggunakan media ini tidak memerlukan pupuk tambahan lagi karena semua nutrisi sudah terdapat di dalamnya.

Pasir Malang

Rekomendasi media tanam untuk aglaonema berikutnya yaitu pasir Malang. Media ini sudah cukup terkenal di seluruh Indonesia, khususnya para pecinta tanaman dan bonsai. Pasir Malang memiliki bentuk yang lebih besar seperti kerikil, namun sangat porous dan memiliki pori-pori udara besar.

Dikarenakan sifatnya yang tidak menyimpan air, maka penggunaan pasir Malang harus dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti arang sekam, leaf mold, atau cocopeat. Tujuannya, adalah agar air tidak lewat begitu saja sehingga aglaonema memiliki cadangan suplai air.

Arang Sekam

Arang sekam juga masuk dalam daftar media tanam Aglaonema terbaik. Sifat dari arang sekam sama porosnya dengan pasir Malang, bahkan lebih. Apabila Anda mengalirkan air di bahan ini, maka kemungkinan yang mengendap di dalamnya hanya 5-10% saja.

Selain berfungsi sebagai pelarut air, arang sekam juga memiliki berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman Aglaonema. Unsur karbon di sekam pun akan muncul akibat pembakaran, sehingga media menjadi lebih gembur dan diserap oleh tanaman.

Sekam Busuk

Selain arang sekam, sekam busuk juga dapat digunakan sebagai media tanam. Unsur yang terkandung di sekam busuk memiliki perbedaan yang tidak terlalu mencolok dengan sekam bakar. Bahkan, banyak pembudidaya tanaman mencari bahan ini sebagai dasaran untuk pembibitan.

Sekam busuk dapat memacu pertumbuhan tanaman menjadi 2-3x lebih cepat dari biasanya. Anda bisa mencampur sekam bakar dan sekam busuk untuk kualitas media maksimal. Hal serupa juga dilakukan oleh mayoritas penjual tanaman untuk mempercepat pertumbuhan secara alami

Kompos

Kompos memiliki nilai dan kandungan menyerupai leaf mold namun masih di bawahnya. Anda bisa membuat kompos dari berbagai bahan organik di sekitar rumah. Dedaunan yang digunakan sebagai kompos akan menjadi cadangan nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman aglaonema.

Proses pembuatan kompos akan lebih cepat dengan bantuan mikroba. Anda bisa menggunakan bahan EM4 untuk memacu pelapukan. Ciri kompos yang sudah lapuk dan siap digunakan yaitu teksturnya remah, tidak memiliki bau, dan berwarna hitam kecoklatan. 

Cocopeat

Media tanam terakhir yang patut dicoba adalah cocopeat. Cocopeat merupakan sabut kelapa yang digiling halus, dan bentuknya menjadi serabut-serabut lembut dan remah. Unsur yang terkandung di dalamnya pun lengkap, sehingga tanaman aglaonema dapat tumbuh dengan subur dan sehat. 

Semua bahan diatas dapat dicampur sebagai media tanam aglaonema untuk mendapatkan hasil terbaik. Media tersebut akan semakin berkualitas dengan menambahkan Pupuk Organik Cair (POC) atau Pupuk Serbaguna (PSB) sebagai pelengkap nutrisi tanaman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *