Karakter Bunga Anggrek yang Ternyata Juga Ada Buahnya

karakter bunga anggrek

Sebagai salah satu penghias pekarangan rumah, bunga anggrek memiliki ciri khusus yang mudah dikenali. Karakter bunga anggrek secara umum sama. Perbedaannya hanya pada corak dan beberapa unsur lainnya, namun tidak terlalu menonjol. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. 

Daun

Karakteristik dari bunga anggrek yang pertama dapat dilihat melalui daunnya. Secara umum, anggrek memiliki 4 jenis daun, yaitu daun anggrek bentuk silindris, bentuk talang, bentuk sendok, dan bentuk bertunggangan.

Spesies yang termasuk dalam jenis daun silindris adalah Vanda Potlot. Sedangkan, contoh anggrek dengan bentuk daun talang yakni Aerides dan Rhynchostylis. Anggrek dengan bentuk daun sendok adalah spesies Cattleya. Sedangkan, bentuk daun bertunggangan dimiliki oleh anggrek Oberonia.

Akar

Akar pada bunga anggrek memiliki fungsi ganda. Fungsi pertama adalah sebagai penyerap nutrisi untuk kemudian dimasak oleh daun dan disebarkan melalui batang seperti tanaman lain pada umumnya. Fungsi kedua yaitu sebagai media menempelkan diri ke pohon inangnya.

Pada jenis-jenis tertentu, anggrek mempunyai ciri khas pada akarnya. Lapisan akar di anggrek epifit mempunyai kemampuan untuk menyerap air dari udara yang disebut dengan velamen. Lapisan tersebut juga berfungsi sebagai tempat fotosintesis karena mengandung zat hijau daun (klorofil).

Batang

Anda juga dapat mengidentifikasi karakter bunga anggrek melalui batang pohonnya. Pada umumnya, anggrek memiliki pola pertumbuhan simpodial terbatas, dimana ukuran batang akan berhenti tumbuh ketika anggrek telah mencapai ukuran maksimal.

Walaupun demikian, ada beberapa jenis anggrek yang mempunyai batang pohon dengan pola monopodial. Pada jenis kedua ini batang anggrek tidak memiliki umbi dan terlihat lebih kurus memanjang. Contoh pola monopodial adalah anggrek ekor tupai.

Pada jenis batang anggrek dengan pola simpodial, bunga yang dihasilkan umumnya menjuntai ke bawah seolah bergelantungan di ketiak daun. Sedangkan, pada pola monopodial, bunga anggrek cenderung tegak ke atas atau agak merunduk ke samping karena banyaknya kelopak bunga.

Bunga

Bunga anggrek dapat dijadikan sebagai indikator utama apabila Anda ingin mengetahui spesies atau jenis dari bunga tersebut. Bila dilihat secara garis besar, anggrek memiliki karakter bunga yang cerah, berwarna-warni, dan terlihat segar.

Warna cerah yang dimiliki oleh tanaman hias ternyata tidak hanya untuk estetika semata, ternyata ada fungsi lain yang tak kalah penting. Bunga dengan warna cerah dimaksudkan untuk menjadi daya tarik serangga. Serangga yang berdatangan nantinya akan membantu penyerbukan. 

Bunga anggrek biasanya tersusun secara majemuk dan simetri bilateral. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun yang kemudian tumbuh memanjang. Bunga yang masih muda cenderung akan mengarah ke atas, kemudian menjuntai ke bawah saat mulai layu.

Buah

Meskipun tergolong tanaman hias, anggrek juga mampu menghasilkan buah. Umumnya, buah anggrek dinamakan dengan lentera atau capsular. Dalam satu buah anggrek akan mempunyai 6 bagian rusuk.

Ukuran buah anggrek tidaklah besar. Rata-rata besarnya hanya seukuran jari kelingking. Pada buah dengan ukuran jari tersebut terdapat jutaan biji yang sangat lembut, bahkan hampir tidak terlihat jika dilihat saat sudah terpecah.

Pada bunga anggrek jenis Vanda misalnya, dalam satu buahnya mampu menghasilkan 5 juta biji. Bisa Anda bayangkan bukan bagaimana potensi pertumbuhan dari masing-masing biji ketika sudah berumur tua dan matang.

Semua karakter bunga anggrek di atas dapat dijadikan sebagai referensi. Anda dapat menggunakan sumber lainnya sebagai perbandingan dalam menentukan jenis atau spesies anggrek yang ditemukan. Barangkali anggrek tersebut termasuk dalam jenis langka dan berharga mahal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *