Manfaat Jenis Tanaman Apotik Hidup dan Cara Pengolahannya

Manfaat 6 Jenis Tanaman Apotik Hidup dan Cara Pengolahannya

 

 

Artikel kali ini kami akan membahas tentang manfaat tanaman apotik hidup dan cara pengolahannya. Istilah apotek hidup merupakan suatu tempat atau lahan yang di dalamnya berisi aneka tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan sehari-hari.

 

Ada banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan dari apotik hidup karena tanaman-tanaman obat yang tersedia bisa langsung dengan mudah dibuat menjadi obat.

 

Obat-obatan yang dibuat secara alami tentu akan memberi khasiat yang lebih baik ketimbang obat-obat kimia. Meski demikian, tanaman obat yang ada belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga perlu kiranya untuk kita mengetahui apa saja jenis tanaman apotik hidup, manfaat, serta bagaimana cara pengolahannya.

 

Untuk lebih jelasnya mengenai tanaman apotik hidup dan cara pengolahannya, berikut kami sampaikan ulasannya untuk Anda!

Baca Juga :

Tips Memilih Tanaman Hias Indoor yang Tepat untuk Rumah Anda

1. Daun Salam

 

Beberapa manfaat obat yang bisa kita dapatkan dari daun salam, antara lain:

  • Mengobati diare. Caranya, 15 lembar daun salam direbus bersama 2 gelas air hingga mendidih. Tambahkan garam secukupnya, setelah dingin minum saringan airnya sekaligus.
  • Mengobati kencing manis. Caranya, 7-15 lembar daun salam direbus bersama 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 gelas. Minum air saringannya 2 kali sehari sebelum makan.
  • Mengobati maag. Caranya, 15-20 lembar daun salam direbus bersama 1/2 liter air hingga mendidih. Tambahkan sedikit gula enau, lalu minum airnya setiap hari hingga rasa perih di lambung mereda.

 

2. Daun Sirih

 

Manfaat obat yang bisa kita peroleh dari daun sirih, antara lain:

  • Mengobati mimisan. Caranya, 1 lembar daun sirih digulung dan ditekan supaya keluar minyaknya lalu gunakan daun sirih untuk menyumbat hidung yang mimisan.
  • Mengobati bronkhitis. Caranya, beberapa lembar daun sirih dirajang halus lalu direbus bersama gula batu dan 2 gelas air hingga mendidih dan air tersisa 1 gelas. Lalu minum air saringannya 3 kali sehari sebanyak 3 sendok makan.
  • Mengobati keputihan. Caranya, 7-10 lembar daun sirih direbus bersama 2,5 liter air hingga mendidih. Selagi air masih hangat, gunakan untuk membasih dan membersihkan area seputar kemaluan secara berulang.

 

3. Mahkota Dewa

 

Tanaman mahkota dewa memiliki manfaat untuk mengobati hepatitis. Caranya, 5 gram daging buah mahkota dewa kering dicampur bersama 15 gram pegagan, 10 gram sambiloto kering, dan 15 gram daun dewa.

 

Rebus campuran bahan tersebut bersama 5 gelas air sampai mendidih dan air tersisa sekitar 3 gelas. Saring air rebusan, setelah dingin minum 1 gelas setiap 3 kali sehari.

 

4. Jeruk Nipis

 

Salah satu manfaat jeruk nipis ialah untuk mengobati sesak napas. Caranya, perasan air 1 buah jeruk nipis dicampur dengan 2 siung banwang merah, 1 butir telur ayam kampung, 1 sdt bubuk kopi, dan 1 potong gula batu. Semua bahan diseduh dengan air panas, aduk hingga merata. Saring airnya, dan minum setiap pagi setelah sarapan secara teratur.

 

5. Kunyit

 

Beberapa manfaat kunyit, antara lain:

  • Mengobati sakit tifus. Caranya, 2 ruas kunyit dihaluskan bersama dengan 1 batang sereh dan 1 lbr daun sambiloto. Setelah halus, peras airnya dan tambahkan 1 gelas air hangat. Saringan air tadi diminum selama 1 minggu setiap hari.
  • Mengobati amandel. Caranya, 1 ruas kunyit diparut dan dicampur dengan perasan jeruk nipis dan madu. Tambahkan 1/2 gelas air hangat, aduk hingga merata. Saringan airnya diminum 2 hari sekali.

 

6. Alang-alang

 

Alang-alang dapat digunakan untuk mengobati muntah darah. Caranya, siapkan 30-60 gram akar segar alang-alang. Cuci bersih dan potong seperlunya. Rebus ke dalam 3 gelas air hingga air tersisa 1 gelas. Minum setelah dingin.

 

Itulah beberapa jenis tanaman apotik hidup dan cara pengolahannya yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Ternyata banyak sekali manfaatnya yah? Mari kita lestarikan tanaman apotik hidup di pekarangan rumah.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *